Sistem Pencernaan Manusia


Oke sobat Tsumasaga, kali ini saya akan coba posting tentang ilmu pengetahuan nih
Tentang pelajaran Biologi hehehe, maklum saya masih seorang pelajar, jadi untuk menyempatkan waktu pada blog itu cukup sulit
hehe, jadi untuk solusinya saya coba baca buku dan yang saya baca saya rangkum disini, siapa tahu lebih efektif hhaahha :-D
yaa semoga saja hal tadi bisa di contoh bagi sobat yang masih pelajar, bila menurut sobat tips bagus :)

SISTEM PENCERNAAN MANUSIA

Hal menarik untuk mencoba memahami tentang sistem pencernaan adalah bahwa sistem ini memiliki awal yang pasti ( mulut ) dan akhir yang pasti ( anus ) dan untungnya keduanya tidak memiliki peran yang sama…..hahahaha :-D.
Perhatikan peta berkelok – kelok dalam tubuh kita ini, peta antara mulut dan anus….


sistem-pencernaan-upe1

Hahaha bagaimana petanya sudah ditelusuri ;-)
Ayo kita lanjutkan !

Tugas sistem pencernaan adalah mengubah makanan menjadi bentuk yang dapat diserap tubuh, menyerap komponen apapun yang terdapat dalam makananyang berguna bagi tubuh dan untuk mengalirkan apapun yang tersisa sebagai kotoran. Pada prinsipnya sistem ini cukup sederhana, tetapi ada beberapa nutrisi dalam makanan, dan setiap jenisnya memerlukan penanganan yang berbeda.

Hal yang menakjubkan tentang sistem pencernaan adalah betapa sistematis dan efisiennya siste ini bekerja.
bahkan saya rasa laptop yag seharga 100 miliar pun masih kalah dengan canggihnya ciptaan tuhan ini ( sistem pencernaan manusia ).

A. Mulut dan Tekak

Gambar-6.6-Di-rongga-mulut-terdapat-lidah

Pencernaan manusia di mulai dari mulut. Begitu sobat mengunyah apapun yang sobat suka atau yang sobat anggap enak, ternyata tanpa disadari kita sudah melaksanakan proses mencerna dan menghancurkan makanan dan proses inilah yang di sebut pencernaan secara mekanis.

Gambar-6.9-Manusia-mempunyai-tiga-pasang-kelenjar-ludah

Enzim dalam air liur, amilase, memulai proses pencernaan kimiawi dengan menghancurkan gula secara kimia. Mengunyah makanan menjadi gumpalam yang disebut bolus.

hahhaa gimana sobat dah mulai gembira kan belajar hehee ayo kita lanjut

Pada mamalia terdapat empat jenis gigi utama, yaitu :
(a).Gigi Taring
(b).Gigi Seri
(c).Gigi Geraham Bungsu, dan
(d).Gigi Graham
Note :Gigi graham bungsu dan graham kadang tidak dapat dibedakan, gigi graham lebih besar dan lebih rata…

Gambar-6.7-Susunan-gigi-pada-orang-dewasa

Manusia sendiri mempunyai dua set gigi :
(a).Gigi Susu Tnggal ( Dens Desidui ), yang digantikan oleh;
(b).Gigi permanen/tetap

Kalau yang gak ada gigi susu nya sejak kecil bisa di tebak pasti gak pernah sikat gigi jadi gigi susunya habis hahahha :-D ( Penting loh sobat menjaga kesehatan gigi susu karena berpengaruh pada kesehatan gusi dan organ mulut lainnya ).
Lanjut yaa hehe

Tahapan – tahapan memindahkan makanan melalui tekak menuju kerongkongan dan kemudian ke perut :

Tahap I
Makanan yang telah dikunyah dan basah, bolus, dipindahkan kebelakang mulut oleh lidah. Dalam tekak, bolus memicu refleks mengunyah yang mencegah makanan masuk ke paru – paru, dan mengarahkan bolus ke kerongkongan.

Tahap II
Ototo – otot dalam kerongkongan memutar bolus dengan gerakan kontraksi otot halus yang disadari ( peristalsis ) yang terdapat di kerongkongan.

Tahap III
Bolus melewati sphincter gastroesophogeal, menuju perut. Rasa panas dalam perut diakibatkan oleh iritasi kerongkongan oleh cairan lambung yang bocor melalui otot ini.

4.4.kerongkongan

B. Perut ( Lambung )

Lambung

Lambung merupakan saluran pencernaan yang berbentuk seperti kantung, terletak di bawah sekat rongga badan. Dengan
mengamati Gambar diatas, sobat dapat mengetahui bahwa lambung terdiri atas tiga bagian, yaitu :

a. Bagian atas disebut kardiak, merupakan bagian yang berbatasan dengan esofagus.

b. Bagian tengah disebut fundus, merupakan bagian badan atau tengah lambung.

c. Bagian bawah disebut pilorus, yang berbatasan dengan usus halus.

Daerah perbatasan antara lambung dan kerongkongan terdapat otot sfinkter kardiak yang secara refleks akan terbuka bila ada bolus masuk. Sementara itu, di bagian pilorus terdapat otot yang disebut sfinkter pilorus.

Otot-otot lambung ini dapat berkontraksi seperti halnya otot-otot kerongkongan. Apabila otot – otot ini berkontraksi, mereka akan menekan, meremas, dan mencampur bolus-bolus tersebut menjadi kimus (chyme).

Sementara itu, pencernaan secara kimiawi dibantu oleh getah lambung. Getah ini dihasilkan oleh kelenjar yang terletak pada dinding lambung di bawah fundus, sedangkan bagian dalam dinding lambung menghasilkan lendir yang berfungsi melindungi dinding lambung dari abrasi asam lambung, dan dapat beregenerasi loh sobat apabila ia cidera. Getah lambung ini dapat dihasilkan akibat rangsangan bolus saat masuk ke lambung. Getah lambung mengandung bermacam-macam zat kimia, yang sebagian besar terdiri atas air.

Getah lambung juga mengandung HCl/asam lambung dan enzim-enzim pencernaan seperti renin, pepsinogen, dan lipase.
Asam lambung memiliki beberapa fungsi sebagai berikut :

a. Mengaktifkan beberapa enzim yang terdapat dalam getah lambung, misalnya pepsinogen diubah menjadi pepsin. Enzim
ini aktif memecah protein dalam bolus menjadi proteosa dan pepton yang mempunyai ukuran molekul lebih kecil.
b. Menetralkan sifat alkali bolus yang datang dari rongga mulut.
c. Mengubah kelarutan garam mineral.
d. Mengasamkan lambung (pH turun 1–3), sehingga dapat membunuh kuman yang ikut masuk ke lambung bersama bolus.
e. Mengatur membuka dan menutupnya katup antara lambung dan usus dua belas jari.
f. Merangsang sekresi getah usus.

Enzim renin dalam getah lambung berfungsi mengendapkan kasein atau protein susu dari air susu. Lambung dalam suasana
asam dapat merangsang pepsinogen menjadi pepsin. Pepsin ini berfungsi memecah molekul-molekul protein menjadi molekul- molekul peptida. Sementara itu, lipase berfungsi mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.

Selanjutnya, kimus akan masuk ke usus halus melalui suatu sfinkter pilorus yang berukuran kecil. Apabila otot-otot ini berkontraksi, maka kimus didorong masuk ke usus halus sedikit demi sedikit.

C. Usus Halus

usus halus

Usus halus merupakan saluran berkelok-kelok yang panjangnya sekitar 6–8 meter, lebar 25 mm dengan banyak
lipatan yang disebut vili atau jonjot-jonjot usus. Vili ini berfungsi memperluas permukaan usus halus yang berpengaruh terhadap proses penyerapan makanan. Lakukan eksperimen berikut untuk mengetahui pengaruh lipatan terhadap proses penyerapan.

Usus halus terbagi menjadi tiga bagian seperti berikut:

a. duodenum (usus 12 jari), panjangnya ± 25 cm,
b. jejunum (usus kosong), panjangnya ± 7 m,
c. ileum (usus penyerapan), panjangnya ± 1 m.

Kimus yang berasal dari lambung mengandung molekul – molekul pati yang telah dicernakan di mulut dan lambung, molekul-molekul protein yang telah dicernakan di lambung, molekul-molekul lemak yang belum dicernakan serta zat-zat lain.

Selama di usus halus, semua molekul pati dicernakan lebih sempurna menjadi molekul-molekul glukosa. Sementara itu
molekul-molekul protein dicerna menjadi molekul-molekul asam amino, dan semua molekul lemak dicerna menjadi molekul
gliserol dan asam lemak.

Pencernaan makanan yang terjadi di usus halus lebih banyak bersifat kimiawi. Berbagai macam enzim diperlukan untuk membantu proses pencernaan kimiawi ini. Hati, pankreas, dan kelenjar-kelenjar yang terdapat di dalam dinding usus halus mampu menghasilkan getah pencernaan. Getah ini bercampur dengan kimus di dalam usus halus. Getah pencernaan yang berperan di usus halus ini berupa cairan empedu, getah pankreas, dan getah usus.

Tambahan :Getah Usus

Pada dinding usus halus banyak terdapat kelenjar yang mampu menghasilkan getah usus. Getah usus mengandung
enzim-enzim seperti berikut :

1) Sukrase, berfungsi membantu mempercepat proses pemecahan sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa.
2) Maltase, berfungsi membantu mempercepat proses pemecahan maltosa menjadi dua molekul glukosa.
3) Laktase, berfungsi membantu mempercepat proses pemecahan laktosa menjadi glukosa dan galaktosa.
4) Enzim peptidase, berfungsi membantu mempercepat proses pemecahan peptida menjadi asam amino.

Monosakarida, asam amino, asam lemak, dan gliserol hasil pencernaan terakhir di usus halus mulai diabsorpsi atau
diserap melalui dinding usus halus terutama di bagian jejunum dan ileum. Selain itu vitamin dan mineral juga
diserap. Vitamin-vitamin yang larut dalam lemak, penyerapannya bersama dengan pelarutnya, sedangkan
vitamin yang larut dalam air penyerapannya dilakukan oleh jonjot usus.

Penyerapan mineral sangat beragam berkaitan dengan sifat kimia tiap-tiap mineral dan perbedaan struktur bagian – bagian usus. Sepanjang usus halus sangat efisien dalam penyerapan Na+, tetapi tidak untuk Cl–, HCO3–, dan ion-ion bivalen. Ion K+ penyerapannya terbatas di jejunum. Penyerapan Fe++ terjadi di duodenum dan jejunum.

Proses penyerapan di usus halus ini dilakukan oleh villi (jonjot-jonjot usus). Di dalam villi ini terdapat pembuluh darah, pembuluh kil (limfa), dan sel goblet. Di sini asam amino dan glukosa diserap dan diangkut oleh darah menuju hati melalui sistem vena porta hepatikus, sedangkan asam lemak bereaksi terlebih dahulu dengan garam empedu membentuk emulsi lemak. Emulsi lemak bersama gliserol diserap ke dalam villi. Selanjutnya di dalam villi, asam lemak dilepaskan, kemudian asam lemak mengikat gliserin dan membentuk lemak kembali. Lemak yang terbentuk masuk ke tengah villi, yaitu ke dalam pembuluh kil (limfa). Melalui pembuluh kil, emulsi lemak menuju vena sedangkan garam empedu masuk ke dalam darah menuju hati dan dibentuk lagi menjadi empedu. Bahan-bahan yang tidak dapat diserap di usus halus akan didorong menuju usus besar (kolon).

D. Hati dan Cairan Empedu

Cairan Empedu

Cairan empedu berwarna kuning kehijauan, 86% berupa air, dan tidak mengandung enzim. Akan tetapi, mengandung
mucin dan garam empedu yang berperan dalam pencernaan makanan.

Cairan empedu tersusun atas bahan-bahan berikut :

1) Air, berguna sebagai pelarut utama.
2) Mucin, berguna untuk membasahi dan melicinkan duodenum agar tidak terjadi iritasi pada dinding usus.
3) Garam empedu, mengandung natrium karbonat yang mengakibatkan empedu bersifat alkali. Garam empedu juga berfungsi menurunkan tegangan permukaan lemak dan air (mengemulsikan lemak).

Cairan ini dihasilkan oleh hati. Perhatikan gambar diatas. Hati merupakan kelenjar pencernaan terbesar dalam tubuh yang beratnya ± 2 kg. Dalam sistem pencernaan, hati berfungsi sebagai pembentuk empedu, tempat penimbunan zat-zat makanan dari darah dan penyerapan unsur besi dari darah yang telah rusak. Selain itu, hati juga berfungsi membentuk darah pada janin atau pada keadaan darurat, pembentukan fibrinogen dan heparin untuk disalurkan ke peredaran darah serta pengaturan suhu tubuh.

Empedu mengalir dari hati melalui saluran empedu dan masuk ke usus halus. Dalam proses pencernaan ini, empedu
berperan dalam proses pencernaan lemak, yaitu sebelum lemak dicernakan, lemak harus bereaksi dengan empedu
terlebih dahulu. Selain itu, cairan empedu berfungsi menetralkan asam klorida dalam kimus, menghentikan
aktivitas pepsin pada protein, dan merangsang gerak peristaltik usus.

E. Pankreas ( Getah Pankreas )

pancreas pulau langerhans

Getah pankreas dihasilkan di dalam organ pankreas. Pankreas ini berperan sebagai kelenjar eksokrin yang menghasilkan getah pankreas ke dalam saluran pencernaan dan sebagai kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon insulin. Hormon ini dikeluarkan oleh sel-sel berbentuk pulau – pulau yang disebut pulau-pulau langerhans. Insulin ini berfungsi menjaga gula darah agar tetap normal dan mencegah diabetes melitus.

Getah pankreas ini dari pankreas mengalir melalui saluran pankreas masuk ke usus halus. Dalam pankreas terdapat tiga macam enzim, yaitu lipase yang membantu dalam pemecahan lemak, tripsin membantu dalam pemecahan protein, dan amilase membantu dalam pemecahan pati.

F. Usus Besar

anatomi-usus_besar

Usus besar tersusun dari colon, cecum, usus buntu, dan rectum. Materi dalam usus besar sebagian besar adalah sisa makanan yang tidak dapat di cerna dan cairan. Gerakan usus besar dikarenakan kontraksi tidak sadar yang mengaduk isi usus besar ke depan dan ke belakang dan kontraksi mendorong yang menggerakan meateri yang berada didalam usus besar.

Sekresi dalam usus besar adalah lendir alkaline yang melindungi jaringan epithel dan menetralisasi asam yang dihasilkan oleh metabolisme bakteri. Air, garam, vitamin diserap, kandungan yang tersisa di lumen membentuk faces ( sebagian besar sellulosa, bakteria, bilirubin ).
Bakteria dalam usus besar, seperti Escherichia coli menghasilkan vitamin 9 termasuk vitamin K ) yang diserap.

About these ads

Posted on 15 Januari 2013, in Informasi, Pendidikan, Pendidikan Kesehatan, Tsumasaga Rainbow and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 882 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: