Pengertian Negara dan Unsur Pembentuk Negara


Secara etiomologis, “negara” berasal dari bahsa asing yaitu, Staat (Belanda, German), atau State (Inggris). Kata Staat maupun State berasal dari bahsa Latin, yaitu status atau statum yang berarti “ menempatkan dalam keadaan berdiri, membuat berdiri, dan menempatkan”. Kata status juga dapat diartikan sebagai suatu keadaan tegak dan tetap. Sementara itu, Niccolo Machiavelli memperkenalkan istilah La Stato dalam bukunya “ Il Principle “ yang mengartikan negara sebagai kekuasaan.

Kata “ negara” yang lazim digunakan di Indonesia berasal dari bahasa Sansekerta nagari atau nagara yang berarti “ wilayah atau kota, atau penguasa”. Pada masa kerajaan Majapahit abad XIV, seperti ditulis dalam buku “ Negara Kerta Gama “ karangan Mpu Prapanca (1365), digambarkan tentang pemerintahan Majapahit yang menghormati musyawarah, hubungan antar daerah, dan hubungan dengan negara-negara tetangga.

Hakikat negara adalah organisasi kekuasaan. Yaitu lembaga yang memiliki kekuasaan tertinggi/ terluas bila dibandingkan dengan organisasi lainnya dalam masyarakat.

Definisi negara dapat dilihat dari beberapa sudut pandang seperti:

  1. Negara sebagai organisasi kekuasaan, tokohnya J. H. A Logemann

    Negara adalah organisasi kekuasaan yang bertujuan mengatur dan menyelenggarakan masyarakat denagan kekuasaannya itu.

  2. Negara sebagai organisasi politik, tokohnya Robert Mc. Iver

    Negara adalah suatu organisasi politik yang berbeda dengan organisasi lain, karena negara memiliki kedaulatan tertinggi dan keanggotaannya bersifat mengikat semua orang.

  3. Negara sebagai organisasi kesusilaan, tokohnya G. W. F. Hegel

    Negara aalah suatu organisasi kesusilaan yang timbul sebagai sintesa antara kemerdekaan universal dan kemerdekaan individual.

  4. Negara integralistik, tokohnya B. Spinoza, Adam Muller, Soepomo

    Negara merupakan suatu integrasi anatara pemerintah dengan rakyatnya. Negaramengatasi seluruh faham golongan dalam masyarakat dan merupakan suatu kesatuan yang organis.

    Yang membedakan organisasi negara dengan organisasi kemasyarakatan lainnya adalah, negara dilengkapi dengan “ kekuasaan” tertinggi. Kekuasaan yang dimiliki negara bersifat: memaksa,memonopoli, dan mencakup semua. Memaksa, artinya negara memiliki kekuatan fisik secara legal. Sarana untuk itu adalah polisi, tentara, dan alat penjamin hukum lainnya. Memonopoli, artinya negara dapat menetapkan tujuan bersama masyarakat. Mencakup semua, artinya semua peraturan perundang-undangan yang berlaku adalah untuk semua orang.

     

    Sebuah organisasi kekuasaan bisa disebut negara bila memiliki unsur-unsur tertentu, meliputi:

    1) rakyat,

    2) wilayah,

    3) pemerintah yang berdaulat, dan

    4) pengakuan oleh negara lain.

    Unsur “ rakyat, wilayah, dan pemerintah yang berdaulat” merupakan unsur konstitutif/pembentuk negara yang mutlak harus adanya; sedang “ pengakuan dari negara lain” merupakan unsur tambahan (deklaratif). Ada dua macam pengakuan yaitu, pengakuan de-facto, dan pengakian de-yure.

    Baca Juga :

    1. Pengertian Bangsa dan Unsur Pembentuk Bangsa.
    2. Unsur Pembentuk Negara: Rakyat.
    3. Unsur Pembentuk Negara: Wilayah.
    4. Unsur Pembentuk Negara: Pemerintah yang Berdaulat.
    5. Unsur Pembentuk Negara: Pengakuan Oleh Negara lain.
    About these ads

Posted on 25 Juni 2013, in Informasi, Pendidikan and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 882 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: