Unsur Pembentuk Negara: Wilayah


Wilayah merupakan unsur mutlak suatu negara sebagai tempat berhuninya negara dan tempat berlangsungnya pemerintahan yang berdaulat.

Wilayah suatu negara, secara umum dapat dibedakan atas: wilayah daratan, wilayah lautan, wilayah udara, dan wilayah ekstrateritorial.

A. Wilayah Daratan

Penentuan batas-batas suatu wilayah daratan, baik yang mencakup dua negara atau lebih, pada umumnya berbentuk perjanjian atay traktat. Traktat antara Belanda dan Inggris pada tanggal 20 Juli 1891 menentukan batas wilayah Hindia Belanda di pulau Kalimantan.

Batas wilayah daratan suatu negara dengan wilayah daratan negara lain dapat berbentuk:

  1. “Batas alamaiah, seperti sungai, danau, pegunungan, lembah, dan hutan.
  2. Batas buatan, seperti pagar tembok, patok besi, pagar kawat berduri, pos penjagaan.
  3. Batas secara geografis, batas berdasarkan geofisika yaitu berdasarkan garis lintang dan garis bujur. Misal batas geografis Indonesia adalah 60 LU, 110 LS, 950 BB dan 1410 BT.

B. Wilayah Lautan

Wilayah lautan merupakan perairan berupa samudera, laut, selat, danau dan sungai dalam batas wilayah negara. Ada 2 konsepsi poko tentang wilayah lautan, yaitu Res Nullius dan Res Communis

  1. Res Nullius , adalah konsepsi yang menyatakan bahwa laut itu dapat diambil dan miliki oleh masing-masing negara. Tokohnya adalah John Sheldon (1584-1654) dari Inggris.
  2. Res Communis , adalah konsepsi yang beranggapan bahwa laut itu adalah milik masyarakat dunia sehingga tidak dapat diambil atau dimiliki oleh masing-masing negara, Konsepsi ini dikembangkan oleh, Hugo de Groot (Grotius) dari Belanda tahun 1608 dalam buku Mare Liberum (Laut Bebas) karena konsepsi inilah Grotius dianggap sebagai bapak hukum Internasional.

Dewasa ini wilayah lautan sudah memiliki dasar hukum, yaitu Konf erensi Hukum Laut Internasional III tahun 1982 yang diselenggarakan oleh PBB atau United Nations Conference on The Law of The Sea (UNCLOS) di Jamica, yang ditanda tangani oleh 119 peserta,dari 117 negara dan 2 organisasi kebangsaan di dunia tanggal 10 Desember 1982.

Dalam bentuk traktat multilateral batas wilayah laut terinci sebagai berikut:

a) Batas laut teritorial

Setiap negara mempunyai kedaulatan atas laut teritorial yang jaraknya sampai 12 mil laut, diukur dari garis lurus yang ditarik dari pantai.

b) Batas Zone Bersebelahan

Sejauh 12 mil laut diluar laut teritorial atau 24 mil laut dari pantai terluar adalah batas zone bersebelahan. Dalam batas ini negara pantai dapat mengambil tindakan dan menghukum pihak-pihak yang melanggar undang-undang bea cukai, fiskal, imigrasi, dan ketertiban negara.

c) Batas Zone Ekonomi Eksklusif (ZEE)

Yaitu wilayah laut suatu nnegara yang jaraknya 200 mil laut diukur dari pantai. Dalam batas wilayah ini negara pantai dapat mengambil kekayaan alam laut dan melakukan kegiatan ekonomi tertentu. Negara lin bebesa berlayar atau terbang diatas wilayah itu, memasang pipa atau kabel dibawah laut, tetapi tidak boleh mengambil kekeyaan alam lautnya.
d) Batas Landas Benua

Wilayah lautan suatu negara yang lebih dari 200 mil laut. Dalam wilayah ini negara pantai boleh melakukan eksplorasi dan eksploitasi, dengan kewajiban membagi keuntungan dengan masyarakat Internasional.

C. Wilayah Udara

Wilayah udara adalah udara yang berada di wilayah permukaan bumi diatas wilayah darat dan laut. Pasal 1 Konvensi Paris (1919) menyatakan bahwa negara-negara merdeka dan berdaulat berhak mengadakan eksplorasi dan eksploitasi di wilayah udaranya, misalnya untuk kpentingan radio, satelit, dan penerbangan.

Dalam Konvensi Chicago (1944) pasal 1 menyatakan “ Bahwa setiap negara mempunyai kedaulatan yang utuh dan eksklusif diruang udara di atas wilayahnya”. Berdasarkan UU No. 20 tahun 1982, batas wilayah kedaulatan dirgantara yang termasuk orbit geo-stasioner adalah setinggi 35. 671 km.

Ada dua teori tentang konsepsi wilayah udara yang dikenal, yaitu:
a. Teori Udara Bebas (Air Freedom Theory)

  • Kebebasan ruang udara tanpa batas. Menurut teori ini, ruang udara itu bebas dapat digunakan oleh siapapun. Tidak ada negara yang memeiliki hak atau kedaulatan di ruang udara.
  • Kebebsan udara terbatas. Teori ini bersumber dari Institut de DroitInternasional pada sidang di Gent (1906), Verona (1910), dan Madrid (1911). Menurut teori ini:
  1. Setiap negara berhak mengambil tindakan tertentu untuk memelihara keamanan dan keselamatannya.
  2. Negara kolong (negara bawah) hanya mempunyai hak atas wilayah / zona teritorial.

b. Teori Negara Berdaulat di Udara (The Air Souvereignty)

  • Teori Keamanan, menyatakan bahwa setiap negara mempunyai kedaulatan atas wilayah udaranya sampai yang diperlukan untuk menjaga keamnannya. Tokohnya Fauchille (1901).
  • Teori Pengawasan Cooper (Cooper’s Control Theory). Menurut Cooper (1951) kedaulatan negara di tentukan oleh kemampuan negara yang bersangkutan untuk mengawasi ruang udara yang ada di atas wilayahnya secara fisik dan ilmiah.
  • Teori Udara (Schacter). Menurut teori ini wilayah udara itu haruslah sampai pada ketinggian di mana udara masih cukup mampu mengangkat balon dan pesawat udara.

D. Wilayah Ekstrateritorial

Wilayah ekstrateritorial adal wilayah suatu negara yang berada di luar wilayah negara itu. Menurut hukum internasional yang mengacu pada Kongres Wina (1815) dan Kongres Aachen (1818), perwakilan diplomatik suatu negara di negara lain merupakan ekstrateritorial.

Ada 2 macam daerah ekstrateritorial, yaitu:

  1. Daerah perwakilan diplomatik suatu negara,
  2. Kapal laut yang berlayar di laut lepas di bawah bendera negara.

Baca Juga :

  1. Pengertian Negara dan Unsur Pembentuk Negara.
  2. Unsur Pembentuk Negara: Rakyat.
  3. Pemerintah yang Berdaulat.
  4. Unsur Pembentuk Negara: Pengakuan Oleh Negara lain.
About these ads

Posted on 25 Juni 2013, in Informasi, Pendidikan, Tsumasaga Rainbow and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 882 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: