Cermin Cinta Peri Penyejuk


Mahkota bunga senyum menyapa
Indahnya bagai surga dunia
Intan berlian muncul ceria
Hiasi sudut bibir merupa
Bukan ria, duka, atau senang
Mungkin rembulan kunjungi malam
Sunyi rasa hari tanpa bintang
Sebagai cermin hati terdalam

Mentari gersang pun taman datang
Sang peri suling memahat cinta
dalam tulang iga yang terlarang
rasuki hati cermin permata

Bukan salju bukannya lautan
Hanya sebuah catatan takdir
Yang bersih manis sungguh menawan
Rima yang murni sepatah sya’ir

Posted on 14 Oktober 2012, in Puisi and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: