Sejenak Merenungkan Kembali Kasih Sayang Kedua Orang Tua


Dikandunglah kita selama 9 bulan
Didalam rahim sosok ibu yang penyabar
Menahan sakit… saat kita bergerak
Terasa lelah…. dalam setiap langkah
Perasaan gembira, takut, dan gelisah yang menjadi satu
Gembira akan munculnya sosok buah hati
Takut akan kesehatan dan keselamatan kita di kandungannya
Gelisah dalam setiap tidur malamnya
Ayahpun tak dapat tenang
Memikirkan nasib kita dikandung ibu
Memikirkan masa depan kita
Menyayangi kita dengan penuh kesabaran

Dan ketika kita dilahirkan
Mereka tersenyum kala kita menangis
Ayahpun bisikkan di telinga kita adzan dan iqamah
Memberi kita nama sebagai do’a dalam hidup kita

Mereka memberikan cinta dan kasih sayang
Memandikan kita saat tubuh terasa gatal dan penuh debu
Memberikan ASI dari ibu
Mengajari kita bagaimana caranya untuk berdiri
Menuntun kita saat kita belajar berjalan
Mengangkat lengan kita saat kita terjatuh
Dan ketika kita mulai tumbuh
Mereka menyekolahkan kita agar kita dapat mengenyam pendidikan
Mengajari kita agar taat beribadah
Mereka mengizinkan kita memakan makanan yang nikmat
Sedang mereka menantikan kita selesai atas makanan yang kita makan
Saat itu kita tak tahu, apa yang mereka lakukan menantikan kita saat sedang makan
Kala itu mereka berkata ” Gimana nak, makanannya enak ? Udah kenyang belum ? Mau tambah lagi nggak ? itu masih ada lauknya ”
Jawablahhh…
Jawab oleh diri kita masing masing, apa yang telah kita ucapkan

Mari kita renungkan beberapa menit yang lalu setelah kita membaca renungan diatas
Pernahkah kita berfikir saat kita mengeluh, saat kita kesal kepada kedua orang tua kita, saat kita membantahnya…
Pernahkah kita berfikir betapa hancurnya hati mereka.
Kadang kala pernahkah kita berkata kepada teman kita dengan kata kata seperti ini ” orang tuaku tak adil, orang tuaku gak sayang padaku.”

Lalu kapankah kita mau berfikir, saat kita dewasa, kita akan mengurusi hidup kita sendiri, bekerja untuk menyambung nyawa, menghasilkan uang, menikahi pria/wanita, mempunyai anak dan rumah yang mewah

Lalu ada kalanya kita hampiri kedua orang tua kita dan berkata ” Ibu, Ayah, sekarang aku sudah menjadi orang yang sukses, terima kasih ayah, ibu ”
namun pada akhirnya kebahagiaan yang dirasakan orang tua, hanya akan sekejap saja, ketika anaknya kembali kepada kehodupannya masing masing maka kebahagiaan itu sirna

Sekarang pertanyaannya !
Apakah orang tua kita akan bangga melihat anaknya sukses dan jauh dari rumah tempat ia dulu bermain dan menangis ?
jawabannya tidak
Apakah orang tua kita setelah menginjak umur yang rentan, dan telah memutihnya rambutnya membutuhkan materi yang kita kirimkan ?
jawabannya tidak
Namun kita selalu mengurusi pekerjaan kita masing – masing
dan sekarang coba kita fikirkan dan tanyakan kepada orang tua kita

Apakah isi hati mereka ?, dan dengan tubuh mereka yang sudah rentan, bahkan sulit untuk berjalan
Pernahkah kita berfikir untuk menuntun mereka seperti mereka menuntun kita saat kita masih kecil.
Saat mereka terjatuh, adakah kita berada disampingnya untuk mengangkatnya dan mengobati lukanya seperti ketika kita terjatuh ketika masih kecil
Pernahkah terbesit difikiran kita untuk memandikan mereka saat tubuh mereka kotor dan menyuapi mereka dengan makanan yang lezat sedang kita sisihkan makanan lezat kita untuk mereka.
Sudah kah kita membalas kebaikan orang tua kita

Pernahkah kita berfikir, di sisa sisa hidup kedua orang tua kita, yang mereka inginkan adalah tinggal bersama anak cucunya, mendapatkan perhatian, cinta dan kasih sayang
Pernah kah kita berfikir sampai sejauh itu…..

Maka dari itu, kita mulai dari sekarang untuk merawat, menghormati, mencintai dan menyayangi kedua orang tua kita. Agar kita tak menyesal setelah mereka tak ada…..

sedikit pesan :
ORANG TUA HANYA ADA SATU DIDUNIA INI, SEDANGKAN PEKERJAAN MASIH BANYAK DIDUNIA INI

Posted on 14 Oktober 2012, in Renungan and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: