Mekanika Kuantum dan Teori Atom


Teori Atom Mekanika Kuantum

A. Teori Kuantum Max Planck dan Niels Bohr

Max Planck

Tahun 1900, Max Planck berhasil menurunkan persamaan yang mengasumsikan bahwa perubahan energi berupa penyerapan maupun pemanasan harus terdiri atas satuan – satuan tertentu yang dinamakan kuanta. Persamaan teori Planck sebagai berikut :

Asumsi tersebut bertentangan dengan teori fisika klasik yang menyatakan bahwa materi bersifat diskontinu, tetapi energi bersifat kontinu. Untuk memahami perbedaan energi menurut teori fisika klasik dan fisika kuantum.

(a). Pergerakan langkah dari tingkat nol (0) ke tingkat 4 menurut Mekanika Kuantum,
(b). Pergerakan langkah dari tingkat nol (0) ke tingkat 4 menurut Fisika Klasik.

Menurut fisika klasik, untuk menaikkan kita dari tingkat 1 ke tingkat 4, kita dapat memiliki sembarang posisi ( Energi Potensial ) saat kita bergerak dari tingkat 1 ke tingkat 4. Tetapi, menurut fisika kuantum ( mekanika kuantum ) , kita hanya dapat berubah posisinya ( Energi Potensialnya) melalui nilai – nilai yang sudah ditentukan, yaitu mulai dari tingkat 1, 2, 3, dan akhirnya 4.

Niels Bohr

Teori Planck menurut Niels Bohr untuk menjelaskan spectrum atom hydrogen. Niels Bohr mengasumsikan bahwa elektron bergerak dalam orbital yang berbentuk lingkaran, berjari – jari r, dan mengelilingi inti yang bermuatan positif. Niels Bohr juga mengasumsikan bahwa perubahan energi sebuah elektron hanya dapat memiliki nilai – nilai tertentu. Jika sebuah elektron berpindah dari tingkat yang lebih tinggi ke energi tingkat yang lebih rendah, perubahan energinya akan akan memiliki nilai :

Dimana v merupakan frekuensi radiasi yang dipancarkan sebagai akibat perpindahan elektron. Hal tersebut dapat dijelaskan dengan gambar berikut ini :

Perbahan energi elektron

Tingkat energi atom dari spektrum garis hidrogen menurut Bohr

Asumsi lain Niels Bohr ialah bahwa gerakan elektron mengelilingi inti atom terbatas pada nilai – nilai tertentu. Teori Bohr berhasil menjelaskan semua garis yang terdapat pada spektrum hidrogen dan ion lainnya. Kelemahan teori Bohr ialah tidak dapat menjelaskan spektra atom berelektron banyak. Pendapat Bohr tentang elektron yang beredar di sekeliling inti atom dengan jari – jari tertentu dan kecepatan yang dapat ditentukan adalah tidak benar.

menurut mekanika kuantum, orbital sebuah elektron tidak dapat diketahui dengan pasti. Tetapi, peluang untuk memperoleh sebuah elektron pada posisi tertentu dapat ditentukan.

Posted on 16 Oktober 2012, in Pendidikan and tagged . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: