Kisah Pagi Sang Pemalas


Terngiang jeritan ayam bernyanyi
Tertusuk dinginnya pagi yang sunyi
Terlamunlah didalam keheningan
terpikirkan mimpi – mimpi kenangan

Sang raja pagi menyilaukan kalbu
Membuka tirai dipagi yang baru
Terasa lembut angin yang berderu
Bagaikan tubuh yang didekap ibu

Tanpa malu pun terbaringlah tubuh
Terpejam mata tanpa ia tahu
Terasa berlayar dalam perahu
Sebrangi danau jauh tanpa keluh

Tertidur kembali lanjutkan mimpi
Tinggalkan rizki yang tengah menanti
Dan akhirnya hilang menjadi sepi
Penyesalan yang memakan hati

Sungguhlah rugi pemuda pemudi
Tak bersinggah untuk mendapat rizki
Hingga jarum waktu mulai mendaki
Hilangkan kesuksesan hari nanti

Posted on 25 Oktober 2012, in Puisi and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: