Kenangan Saat Hujan Di Gedung Tua


Terngiang tawa bocah – bocah gembala
Terpampanglah kerbaunya tertarik ia
Bercanda bersamalah mereka pula
Dengan tersenyum penuh dengan ceria

Hingga tertatih didepan gedung tua
Terikatkanlah tali dibatang pohon
Terdengarlah suara perut memohon
Tak terhiraukan hingga terlampau jua

Suhu pun mencekam langit tengah mendung
Terteteskanlah lembut air yang turun
Terkurung bocah gembala dalam gedung
Dengan tenang tertatap air menenun

Sungguh kenangan indah dimasa kecil
Dan terasa buruk setelah dewasa
Tempatkulah bermain telah binasa
Dan berdiri pabrik di desa terpencil

Teman – teman pun pergi satu persatu
Dan akhirnya tersisa daku sendiri
Yang tak mampu bangkit dan tegak berdiri
Menahan sedihku yang telah membatu

Sepi, kosong, smuanya telah lenyap
Mimpiku yang terkubur digedung tua
Bersama kenanganku yang penuh harap
Hingga Tercipta syair untuk bersua

Posted on 2 November 2012, in Puisi and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: