Kisah Klasik di Awan Hitam


Gulita selimuti isi bumi
Permata indah yang turun harmoni
Melodi anggun menjadi penghuni
Relung hatiku yang tumbuh bersemi

Tertutupkanlah sang raja mentari
Bersiram segar turun dan mengalir
Berhadap sungai, laut tak berakhir
Menjadikan sumber kemudian hari

Terdengarkan musik diatas genting
Kisah klasiknya suara simponi
Terbawakan anak bermain suling
Mendentangkan nada tangguh berani

Sejenak tertatap langit yang hitam
Gemuruhlah petir menyambar – nyambar
Suhunya sejuk yang menjadi kelam
Tampaklah pangeran yang sungguh sabar

Posted on 9 November 2012, in Puisi and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: