Catatan Terakhir Hati Yang Sepi


Mungkin ketika nanti aku terjatuh
Mungkin ketika aku telah terbanting
Kan terputuslah daun yang telah kering
Terbang terhempas angin hinggalah turun

Siapa peduli…. siapa anggun
Semua biarkan ia sakit teriring
Hingga kering dianggap tak pernah penting
Hahaha sepi bagai gurun menenun

Kawan, teman tiada pernah menuntun
Hingga sang fajar datang untuk berpaling
Karena…..rangka tiada jantung bertaring
Fatamorganalah yang terus terlamun

Posted on 30 Desember 2012, in Pendidikan, Puisi, Renungan and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: