Anak Jalanan


Berkisah tertawan seorang anak..
Tertampak lemah kurus dan kecil
Tiada kawan dan juga keluarga
Hanya ia…
Hanya ia sendiri

Wajahnya terlukis dengan debu
Rambutnya kumal penuh kutu
Perut yang kempis menahan lapar
Menahan Haus..
Menahan celaan
Lalu apakah hidup pantas untukya ?
Dibawah gedung gedung tingkat yang menjulang tinggi
Dibawah kerumungan orang berjas di hari pagi
Dia berjalan… mencari makan
Meminta – minta… dengan penuh harap
Lalu akhirnya tempat sampahlah yang menjadi pahlwan mereka
Bukan…
Bukan orang berdasi..
Dan juga bukan pemerintah atau orang pesisi
karena mereka hanya mampu korupsi

Perut yang sakit…. Berjalan terkantuk
Mendapat hinaan…
Terucap sebuah kata dari mulut orang yang dusta
Mengapa kau tak kerja cari uang….!
Begitulah kata mereka

Lalu bagaimana mungkin
Mereka yang bertubuh mungil kau biarkan bekerja
Lalu bagaimana mungkin
Mereka yang rentan sakit kau biarkan memakan makanan sisa

Dimana keadilan…
Dimana kasih sayang
Semuanya hanyalah Bayangan
Yang telah redup dan hilang

Posted on 10 Januari 2013, in Informasi, Pendidikan, Puisi, Renungan, Tsumasaga Rainbow and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: