Tertepuk Oleh Sang Alam


Dinginnya mega disore hari
Merasuk lembut penuh berarti
Terbias indah rona mentari
Hingga berdesir pranata hati

Kugapai angan sungguh berarti
Terciptalah sya’ir sang pemimpi
Sungguhlah syahdu bagai melati
Yang elok cantik penawar sepi

Tersirat tanya dalam memori
Siapa pelukis langit senja
Dengan terbenamnya matahari
Berikan warna di mata raja

Sungguh ku kagum langit dan bumi
Sungguh ku kagum bulan dan bintang
Kuhidup dengan gema alami
Yang menuntunku hadapi rintang

Ku sambut malam dengan senyuman
Ku rangkul pagi dengan hayalan
Mimpi mimpiku bagaikan teman
Mendampingiku terbang ke bulan

Posted on 25 Januari 2013, in Pendidikan, Puisi, Tsumasaga Rainbow and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: