Catatan Pagi Sendu


Karya Reggy Fajar Radesta

Pagi yang diam,
Kami tertunduk d sini,
Berbagi kisah pilu,
Kurasa mata berkaca-kaca,
Terdengar alunan lagu ‘Ayah’,
Dan tak terasa,
Hati kami basah oleh air mata,
Seolah meratapi kerinduan ini,
Rindu yang berkarat,
Rindu tiada bertepi,
Padanya,
Ayah,
Ingin singkirkan lara ini,
Namun kuakui aku terlalu labil,
Belum cukup tegar,
Oh, Tuhan kuatkan kami,
Dalam jalani ujian-MU,
Segala upaya kami lakukan,
Namun mungkin belum waktunya Kau beri kami akhir yang indah,
Berikan petunjuk-MU,
Dan kesabaran ini,
Lisan dan tangan telah kami coba,
Kini tinggallah hati yang dapat kami perbuat,
Kami berharap pada-MU,
Dalam ikhtiar dan bertawakal,
Tiada yg kami harapkan,
Selain akhir yang manis dari-MU,
Berandai-andai tak tuntaskan masalah,
Hanya menambah luka yang berdarah,
Disini,
Realita yang berjaya,
Dan rencana-MU lah yg terjadi,
Kami renungi,
Dan kami sarikan hikmahnya,
Semoga kami dapat semakin bijak, sabar dan semakin dekat pada-MU.
Amin…

#Kutitipkan salam rindu pada Ayah tercinta#

Posted on 22 Februari 2013, in Informasi, Pendidikan, Renungan, Tsumasaga Rainbow and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: