Sang Sunyi Dalam Kabut Di Persimpang Jalan


Sunyi

Kawanku,… telah lama ku menunggu
Segelintir senyum yang hendak ku sapa
Semerdu melodi yang hendak ku cipta
Ku tunggu kau di hutan berkabut dingin
Dipersimpang jalan ku menanti sendiri
Tiada kawanku debu pun menyepi
Suhu mencekam dingin yang kurasa

Kini sudah 30 menit ku menunggu
Kemanakah hendak dirimu berada
Menanti sesosok kerabat dekatku
Bayangan hitam selimuti pikiran

Kawanku tahukah engkau..
30 menit itu serasa berat untukku
dikala aku hanya sendiri
Menyepi…
Merenung..
Tiada bisa suatupun ku perbuat
Kemarin….
Tadi……..
Esok….
Ataupun nanti..
Apakah hendak aku seperti ini
Berdiam tersengat sepi dipikiran
Tertangis malam dipenghujung bintang
Terbakar panas matahari mencekam
Karena sendiri ku sendiri
Karena sendiri ku menyepi
Karena sendiri ku berhenti
Berhenti tersenyum di ujung tombak kebahagiaan

Kawanku,….
Siapakah engkau
Yang hendak menemaniku
Yang hendak ku tunggu
Karena sedari tadi ku tak tahu
Karena kabut selimutiku
Dalam keheningan, ku merunduk
Merasa kesepian diatas bayangan
Merasa bosan diatas derita
Merasa duka di atas dusta
Merasa sepi akan berita

Aku…..
Sang malam penyendiri
Yang sepi tanpa teman tuk temani
Temaniku berdiri di atas panggung ibu pertiwi

Posted on 22 Februari 2013, in Informasi, Pendidikan, Renungan, Tsumasaga Rainbow and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: