Mawar Merah


Pujangga

Suatu ketika tampak dirimu
Menatap langit menghadap mentari
Membelai mesra pelangi yang semu
Terasa indah di pandang berseri

Kurasa… kurasakan jatuh cinta
Dibalik angan mimpi yang tak nyata
Entah mengapa, mengapa ku buta
Buta akan rasa hanya cerita

Akhirnya ku termenung dihadapmu
Dihadapmu yang berduri menyayatku
Dirimu yang kaku atas cintamu
Diujung hati disudut bersiku

Akhirnya ku mengerti wahai ratu
Bahwa daku duri penyayat hati
yang pantas kau hina dan kumembatu
tersedu tangisku tertancap belati

Bayang bayanganku mulai memudar
Bagai wayang orang pasrah berserah
Dibalik hayalan yang mulai sadar
Dan tertatap layu sang mawar merah

Puisi pujangga dibalik cinta
Yang terhenti ditengah jalan cerita
Hingga ia mati dengan derita
Yang ia rasa karena pelita

Posted on 25 Februari 2013, in Informasi, Kata - Kata Bijak, Pendidikan, Puisi, Renungan, Tsumasaga Rainbow and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: