Generasi Pengganti


Karya Haerul Hakim

Menatap katulistiwa yang beratap cakrawala
Tersirat dua wajah sang punggawa
Senyum palsu tak mampu menyembunyikan getir di pipimu
Hanya tunduk malu gambarkan keresahanmu

Kursi dudukmu terdahulu
Sudah berlalu
Diganti yang baru
Oleh generasi penerusmu

Di singgahsana sang raja duduk terpana
Tak sadar kaulah boneka mereka
Boneka milik sang wakil
Yang melebihi julukan wakil

Tak puas kau mainkan rajamu
Dengan wakil jenderal
Kau coba obrak – abrik pondasi negeriku
UUD dan Pancasila

Apakah karena itu ?
Sang punggawa kami menampakkan rona wajah dengan senyum palsu
Bahkan tak mampu menyembunyikan getir dipipinya
Hanya tertunduk malu gambarkan keresahan

Sekilas raja elang terbang
Mengintari katulistiwa beratap cakrawala
Menatap dua wajah sang punggawa
Soekarno Hatta

Ingin menunjukkan siapakah dirimu
Dengan kekar kau pacu angin melawanmu
Menukik turun laksana bom waktu
Memberikan harapan untuk maju

Kau tinggalkan dua sang punggawaku
Menuju generasi baru
Yang punya sejuta ilmu
Mencerminkan bangsamu

Kamilah pemuda – pemudi
Generasi sejati
Akan terus mengabdi
Menjaga kejayaan bangsa ini

Goresan tinta hitam dua delapan
Lukisan sejati jiwa muda – mudi
Empat bulir janji kami patri
Terpaan badai takan bisa mengikis habis

Kejujuran adalah harga mati
Sopan santun kami junjung tinggi
Iman mengalir di nadi
Gotongroyong itulah ciri khas kami

Ini bukanlah sajak palsu
Belajar dengan guru palsu
Buku – buku palsu
Atau ilmu palsu tak bermutu

Ini bukanlah generasi dulu
Kebohongan yang di tempuh
Sopan santunnya masa lalu
Bahkan iman yang sudah rapuh

Inilah sajak kami
Pemuda – pemudi negeri
Semuanya asli
Bahkan suci dari hati

Kibaran merah putih
Mengayun lembut tanpa pamrih
Menyatukan penjuru negeri
Dari Sabang sampai Merauke

Sejenak berdiri
Sang punggawa kami
Tersenyum dengan hati
Mengisyaratkan kata – kata nurani

Katakanlah
Kalianlah generasi pengganti kami
Pengganti yang berbudi pekerti
Pengganti susunan negeri ini

Untuk membawa kemajuan negeri
Dalam singgahsana tertinggi

Posted on 30 April 2013, in Informasi, Kata - Kata Bijak, Pendidikan, Puisi, Renungan and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: