Tatapan Kosong Syair Terakhir


Tercatat selembar puisi
di hari yang tak pernah ku nanti
mengharapkan bunga mekar kembali
Terasa tenang dimalam hari
entah seperti apa aku menatap
rembulan kosong tanpa cahaya
ku lukis malam penuh gulita
akankah terang datang kembali

inilah ujung sebuah puisi
yang tiada akan pernah ku ganti
messki kau kembali untuk memberi
satu harapan palsu yang dulu ku nanti

Entahlah…
Duka hilang tanpa rasa
rasapun tenang tanpa duka
lirih semu ku terbangun dalam mimpi
Hingga ku sadar ini takkan pernah berarti
sya’ir di akhir puisi
akan ku tutup mata sepenuh hati
hingga akhirnya akupun harus berhenti

Posted on 28 Juli 2013, in Informasi, Pendidikan, Puisi, Tsumasaga Rainbow and tagged , , , . Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. Tsumaga Rainbow,

    kamu pelangi..
    jangan patah semangat dong,
    aku suka baca artikel kamu
    tentang negara2,
    bagus..

    makasih kunjunganmu ke blog aku yaa

    salam kenal Rainbow..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: