Penyair Tanpa Nama, Setangkai Mawar yang Menguncup


Terbentang langit di atas muara
Dan berlayar mengarungi samudra
Terukir satu nama penuh citra
Yang aku yakini selembut sutra

Dibalik sinar cahaya mentari
Di dalam kabut yang penuh misteri
Di atas kertas pena yang menari
Setangkai mawar yang takkan berseri

Karangpun kokoh tiada terhempas
Tersapu ombak buih – buih kecil
Penyair tertatih di alam lepas
Menanti permata hati terpencil

Menatap katulistiwa di senja
Tetap menantikan akhir cerita
Berharap bahagia bagai raja
Diantara cinta penuh derita

Setangkai mawar yang masih menguncup
Bagaikan lambang cinta tanpa dusta
Yang selalu menunggu tanpa cukup
Hingga penyair tersampai berita

Hati yang dingin lunturkan semangat
Terbopong tangis yang terasa sukar
Sekian lama hari tak ku ingat
Bahwa aku mawar yang takkan mekar

Posted on 3 September 2013, in Informasi, Pendidikan, Puisi, Renungan, Tsumasaga Rainbow and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: