Harapan Terakhir


Wahai kasih sang pujaan hati
Tak perlu kau beriku hal berharga
Disaat senyumku yang penuh liku
Hanya terbaring dihadapkan surga

Disaat pengelihatanku gelap
Dan dentang melodi terdengar senyap
Hilangnya langit dan peri bersayap
Hal yang kuharapkan sebelum lenyap

Wahai mentari yang bersinar terang
Hangatkan ia dengan cahayamu
Sinari ia dengan rasa sayang
dan ajari ia sejuta ilmu

Wahai sang angin yang berderu lembut
Selimuti ia menuju mimpi
Sebagai harapku didalam kabut
Yang selama ini tenggelam sepi

Untuk langit yang membentang di atas
Pantaulah ia agar tak tersesat
Dibawah tangisku yang taklah pantas
Cinta yang kurasa meski sesaat

Bait terakhir di dalam puisi
Dan tertutup pintu dalam hati
Kukatakan pada bintang berasi
Bahwa cintaku tulus sampai mati

Posted on 11 September 2013, in Informasi, Pendidikan, Puisi, Tsumasaga Rainbow and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. wah kata-katanya sungguh cetar mendaha

  2. Puisi yang indah… Sukses terus Gan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: